<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Koran Yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koranyogyakarta.com</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 04:08:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berubah dan Mulai Berbenah</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=89</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=89#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 04:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jogjakita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Perubahan datang sebagai hukum alam yang kekal. Dalam perubahan itu, Kota Yogyakarta tengah mencari keseimbangan baru. Meskipun bertambah usia, Yogyakarta justru terlihat makin muda karena dinamika yang dibawa oleh pengusungnya: orang muda. Kini, 54,59 persen warga Yogyakarta adalah mereka yang berusia 20 hingga 49 tahun.
Sebagai kota dengan tiga pilar utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranyogyakarta.com/wp-content/uploads/2009/10/3533187p-150x150.jpg" alt="3533187p" title="3533187p" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-90" />Perubahan datang sebagai hukum alam yang kekal. Dalam perubahan itu, Kota Yogyakarta tengah mencari keseimbangan baru. Meskipun bertambah usia, <span id="more-89"></span>Yogyakarta justru terlihat makin muda karena dinamika yang dibawa oleh pengusungnya: orang muda. Kini, 54,59 persen warga Yogyakarta adalah mereka yang berusia 20 hingga 49 tahun.</p>
<p>Sebagai kota dengan tiga pilar utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, Yogyakarta memang tengah mencari keseimbangan di antara ketiganya. Kesadaran akan banyaknya perubahan ini membuat Yogyakarta berbenah untuk menata diri dan mengukuhkan tiga pilar utamanya.</p>
<p>Sabtu (17/10) sore hingga malam, puluhan ribu orang memenuhi ruas Jalan Malioboro, Ahmad Yani, Trikora, dan Alun- alun Utara Keraton Yogyakarta untuk menyaksikan pawai Jogja Java Carnival (JJC). Kegiatan yang diikuti sekitar 1.400 peserta itu dilakukan dalam rangka puncak hari ulang tahun ke-253 Yogyakarta.</p>
<p>Pawai dengan tema ”Dahulu, Sekarang, dan Akan Datang” ini bergerak dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju alun-alun utara yang berjarak sekitar 1,5 kilometer.</p>
<p>Pawai diawali oleh rombongan pelajar berprestasi yang membawa beragam piala dan plakat, di antaranya piala sebagai juara umum Pekan Olahraga Provinsi X tahun 2009 yang baru saja diraih Yogyakarta, sejumlah penghargaan yang menambah predikat Yogyakarta sebagai kota ramah anak, dan 34 prestasi yang diraih Yogyakarta lainnya dalam berbagai bidang.</p>
<p>Berturut-turut di belakangnya, antara lain, prajurit bergada yang merupakan replika dari prajurit Keraton Yogyakarta. Mereka berfungsi sebagai cucuk lampah atau pembuka jalan, diikuti kelompok yang menggambarkan prosesi jumenengan, dengan menampakkan figur sultan, diiringi prajurit dan abdi dalem bedoyo.</p>
<p>Di belakang mereka menyusul kelompok perias pengantin, aneka tari dari Padepokan Bagong Kusudiharjo, angguk dan badui kesenian dari Kabupaten Kulon Progo, perwakilan dari Solo Batik Carnival—dengan kostumnya yang memukau penonton, dan mahasiswa internasional dari Universitas Gadjah Mada, serta tarian dari Korea Selatan.</p>
<p>Selain menampilkan mobil hias yang ikut pawai, JJC juga dimeriahkan tari kreasi baru di bawah koordinasi Didik Nini Thowok. Tarian yang dibawakan oleh 100 penari itu dilakukan di depan panggung kehormatan, tempat Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, dan sejumlah tamu, serta wisatawan mancanegara berada.</p>
<p>Krisis identitas</p>
<p>Dalam sambutanya, Herry Zudianto mengatakan, dalam dinamika perjalanan ke-253 ini, Yogyakarta telah berubah menjadi kota yang maju, dengan aura budaya. Aura ini menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.</p>
<p>”Terkait dengan itu, kita berharap ada suatu ikon yang bisa menjadi predikat sebagai kota pariwisata berbasis budaya. Dan Jogja Java Carnival ini kiranya menjadi jawabannya,” ujar Herry.</p>
<p>Adapun Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, memasuki usia yang ke-253, Yogyakarta telah mengalami interaksi tradisional, modern, lokal, dan mondial. Hadirnya JJC sebagai hiburan spektakuler, membawa banyak simbol, di antaranya paham multikultural yang selalu berkembang sesuai dengan perubahan Yogyakarta.</p>
<p>”Ada dialog imajiner kota yang didirikan 2,5 abad yang lalu. Pawai menunjukkan perubahan kota yang antik dan anggun menjadi kota yang dinamis dan kreatif. Itu semua ditunjukan oleh penjaga martabat kota, yaitu seniman,” katanya.</p>
<p>Di usianya yang ke-253, Yogyakarta, lanjut Sultan, makin mengokohkan diri sebagai kota yang dulunya agraris menjadi kota semiindustri. Sultan menunjuk pada tumbuhnya industri kreatif, dengan perkembangan teknologi informasi yang marak di beragam lini kehidupan.</p>
<p>Sultan berharap Yogyakarta bisa menjadi kota tujuan utama wisatawan dan menjadi kota yang nyaman bagi semua warganya.</p>
<p>Namun, karena tuntutan perubahan yang memunculkan pergerakan pencarian keseimbangan baru, kenyamanan di Yogyakarta perlahan-lahan mulai menghilang. Lamanya wisatawan tinggal di Yogyakarta yang makin pendek telah memberi peringatan.</p>
<p>Oleh Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Revrisond Baswir, Yogyakarta yang berubah dilihatnya tengah mengalami krisis identitas.</p>
<p>”Kekuatan-kekuatan budaya Yogyakarta seperti sedang ditinggalkan karena sibuk mau menjadi kota pusat perdagangan,” katanya.</p>
<p>Semoga perubahan yang disertai pembenahan ini tidak membuat identitas kota ini justru membingungkan&#8230;.</p>
<p>(Sumber: kompas.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=89</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak dan Eksistensi Tari Pendet</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=86</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=86#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 17:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wisata & Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
GS.Ashok Kumar              
Hebat toh Mantap toh, dari soal Teroris sampai Kekayaan Kultural &#038; TKI Indonesia, semua di Dominasi habis oleh Malaysia, yang di Pulangkan hanya Manohara ha…ha…ha….
Sekarang Tari Pendet jadi Ramai, Tari Pendet yang merupakan Bagian Budaya Indonesia Hindu Bali sama sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh:<br />
GS.Ashok Kumar   </strong>           </p>
<p><img src="http://koranyogyakarta.com/wp-content/uploads/2009/08/ashok-108x150.jpg" alt="ashok" title="ashok" width="108" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-87" />Hebat toh Mantap toh, dari soal Teroris sampai Kekayaan Kultural &#038; TKI Indonesia, semua di Dominasi habis oleh Malaysia, yang di Pulangkan hanya Manohara ha…ha…ha….</p>
<p><span id="more-86"></span>Sekarang Tari Pendet jadi Ramai, Tari Pendet yang merupakan Bagian Budaya Indonesia Hindu Bali sama sekali tidak pernah masuk Literatur Tari Daerah di Semenanjung Malaysia. Tari Penyambutan Tamu dengan mendapat sebutan Khusus sebagai Tari Pendet Puja Astuti tersebut, di Modifikasi pada tahun 1950. Penciptanya Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi, menjadikan Pendet dengan Empat Penari sebagai bagian dari Pertunjukan Turistik di Bali.</p>
<p>Kemudian pada Tahun 1961, I Wayan Beratha mengolah kembali Tari Pendet dengan Lima Penari yang bertahan hingga saat ini.<br />
Pembukaan Asean Game di Jakarta pada Tahun 1962 kembali di Modifikasi sebagai Tarian Massal dengan 800 Penari, atas Dorongan Presiden RI Pertama Soekarno.</p>
<p>Munculnya Tari Pendet dalam Iklan Promosi Program TEASER DISCOVERY CHANNEL berjudul Enigmatic Malaysia yang di Produksi oleh sebuah Rumah Produksi Malaysia bernama KRU Studio Production itu sebuah PH ( Production House ).</p>
<p>Sedangkan Penarinya sendiri yang bernama Lucia Lulusan S.T.S 2001 Bali kaget tidak tau menahu bagaimana bisa di Tayangkan sampai ke Luar Negeri padahal Rekaman Tari Pendet tersebut di ambil pada Tahun 1997 oleh Bali Record untuk Konsumsi kalangan sendiri.</p>
<p>Apa yang dapat kita Kutip di sini bahwa Kekayaan Negara Tercinta ini Indonesia, Bernilai &#038; Berpotensi sekali. Unesco Global Heritage sudah menerima Pengakuan Hak Cipta Karya Anak Bangsa yaitu Wayang pada Tahun 2003 kemudian Tahun 2005 Keris. Hak Cipta &#038; Hak Paten itu berbeda karena di dalamnya terkandung Tangible &#038; Intangible.<br />
Kenapa tidak sekalian saja semua di Inventaris, jadi tidak menunggu orang lain sudah mulai Mempublikasikan baru kita Uring-uringan.</p>
<p>Artinya apabila kita memang Cinta betul dengan Kesenian &#038; Kebudayaan merupakan PR, buatlah tempat Hiburan Malam Khusus Traditional Performance sekarang ini dan kita lebih Appreciate dengan Hiburan-hiburan Live Music, Organ Tunggal, Trend Dancer-dancer dan sejenisnya. Wong di Hajatan / Pesta saja jarang di sajikan lebih Condong ke Organ Tunggal / Band.</p>
<p>Ada sisi Positive buat Indonesia Sebab Akibat dari Tingkah Laku Negeri Jiran, Tetangga kita Malaysia itu.melakukan Promosikan dengan pola “ Alibi Marketing “ dengan memakai Product orang lain. Tanpa disadari Malaysia itu Mengaku Miskin dengan Kesenian &#038; Kebudayaan nya sendiri, tidak punya Unggulan Product untuk di Orbitkan. Contohnya di Indonesia ada Barongsai dari China, Ramayana, Mahabrata dari India, kita tayangkan kita sajikan tidak pernah kita Serakah Mencaploknya. </p>
<p>Sifat khilaf itu Manusiawi apalagi di Bulan Suci Ramadhan ini, jadi kita jangan Ikut-Ikutan terpancing Emosi, Ngomporin atau Tindakan-tindakan yang tidak Terpuji. Dengan besar hati Tunjukan Kebanggaan, bahwa banyak Negara – Negara lain masih membutuhkan Hasil-hasil karya Anak Bangsa tercinta ini. Biarkan mereka – mereka Para Eksekutif, Legislatif dan Judikatif yang menyelesaikan dengan Arief dan Bijaksana.</p>
<p>Seyogyanya Pemerintah Indonesia mengundang secara Resmi Kenegaraan Malaysia &#038; sekalian Singapore, dengan Kepala Dingin. How To Solve The Problem To Solution, menceritakan segala sesuatu yang telah terjadi di Negara kita ini Indonesia, sambil di Tanya Apa Ada Dendam ama Indonesia. Kelakuan ini merupakan Jalan Terbaik daripada kita Demo ke Kedutaan atau Membakar Bendera. Surat menyurat itu model lama, sekarang itu perlu Action Ciptakan Kedamaian &#038; Kesejahteraan. </p>
<p><em>Penulis adalah Wakil ketua PHRI Banten</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=86</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kemerdekaan dan Pahlawan Koperasi</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=83</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=83#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 17:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Syahjoni R., S.Sos*) 
SEJARAH, bangsa Indonesia dalam sejarah dijajah Belanda 3,5 abad lamanya, dan 3,5 tahun dijajah Jepang, kemerdekaan bangsa Indoneisa tidak terlepas dari jasa pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur dimedan perang, sejarah telah membuktikan betapa besar jasa pahlawan sampai mengantarkan rakyat kedepan pintu kemerdekaan. Siapapun tidak boleh melupakan sejarah dan pahlawannya, karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Syahjoni R., S.Sos*) </strong></p>
<p><a href="http://koranyogyakarta.com/?attachment_id=17923" rel="attachment wp-att-17923"><img src="http://www.koranbanten.com/isi/uploads/kop-bendera-300x223.jpg" alt="kop-bendera" title="kop-bendera" width="300" height="223" class="alignleft size-medium wp-image-17923" /></a>SEJARAH, bangsa Indonesia dalam sejarah dijajah Belanda 3,5 abad lamanya, dan 3,5 tahun dijajah Jepang, kemerdekaan bangsa Indoneisa tidak terlepas dari jasa pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur dimedan perang, <span id="more-83"></span>sejarah telah membuktikan betapa besar jasa pahlawan sampai mengantarkan rakyat kedepan pintu kemerdekaan. Siapapun tidak boleh melupakan sejarah dan pahlawannya, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya. Menghargai tidak cukup hanya sekadar mengenang, menundukkan kepala pada saat mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan. Mengheningkan cipta yang sudah diajarkan sejak duduk dibangku Sekolah Dasar sampai kini, upacara di kampus, upacara sebagai karyawan/ti dan momentum lainnya, bahkan dilingkungan kita tinggal pada saat acara malam renungan yang sudah membudaya malam 17-an. Namun hanya sebatas itu saja, tanpa memaknai arti sesungguhnya kemerdekaan.</p>
<p>Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 memaknai pembukaan UUD 1945 per alinea. Alinea Pertama dari Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”, menunjukan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan melawan penjajahan. Dengan pernyataan itu bukan saja bangsa Indonesia bertekad untuk merdeka, tetapi akan tetap berdiri di barisan yang paling depan untuk menentang dan menghapuskan penjajahan di atas dunia. Pada Alinia Kedua Pembukaan UUD 1945 berbunyi “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur”, alinea ini menunjukan kebanggaan dan penghargaan bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia telah diantarkan dengan perjuangan dan melalui pertumpahan darah ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, makna ini kalau dicermati bahwa saat ini bangsa Indonesia telah merdeka dan harus mengambil langkah guna menentukan masa depan bangsa yang lebih mandiri.</p>
<p>Setengah abad lebih atau 64 tahun Bangsa Indonesia telah mengisi kemerdekaan, sudah banyak yang diperbuat, sudah banyak pula yang dilakukan bangsa dan rakyat Indonesia untuk mengisi kemerdekaan menjadikan kemerdekaan yang hakiki, menjadi bangsa yang bersatu, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, kondisi ini belumlah sepenuhnya dicapai, karena berapa banyak rakyat Indonesia yang hidupnya masih di bawah garis kemiskinan, berapa banyak jumlah pengangguran, berapa banyak anak-anak terlantar dan berapa banyak duka yang melanda bangsa Indonesia yang tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki daya dan upaya untuk berbuat. Sungguh ini tidak cukup untuk direnungkan saja, tapi bagaimana kita mampu menyikapi kemerdekaan menjadi bangsa yang mandiri.</p>
<p>Berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis Kemiskinan di Indonesia pada Bulan Maret 2009 sebesar 32,53 juta (14,15 persen), dibandingkan dengan penduduk miskin pada Bulan Maret 2008 yang berjumlah 34,96 juta (15,42 persen), berarti jumlah penduduk miskin turun sebesar 2,43 juta. Ini belum berarti, keadaan negara yang sangat buruk dewasa ini juga telah dipaparkan oleh Bomer Pasaribu, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR sebagai berikut: &#8220;Kondisi masyarakat Indonesia saat ini merupakan yang terburuk dalam 36 tahun terakhir. Hal itu dilihat dari melonjaknya angka kemiskinan serta meledaknya angka pengangguran, yang bila tak segera diatasi akan menjadi masalah besar bangsa,&#8221; katanya dalam makalah yang disampaikan pada Sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 di Medan, Dia mengatakan, seiring dengan melonjaknya angka kemiskinan, angka pengangguran juga makin meledak. Tahun 2004, pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 9,7 persen, sementara tahun 2005 meningkat menjadi 10,3 persen. &#8220;Akibat parahnya kesulitan ekonomi, pengangguran diperkirakan meningkat menjadi 11,1 persen tahun 2006. Bila ditotal dengan seluruh jenis pengangguran di Indonesia tahun 2006 diperkirakan mencapai 41 persen atau lebih dari 40 juta orang,&#8221; katanya. (Antara News, 7 Juli 2007).</p>
<p>Catatan lebih lanjut dari BPS angka angkatan kerja Indonesia Februari 2009 mencapai 113,74 juta orang, bertambah 1,79 juta orang dibanding jumlah angkatan kerja Agustus 2008 sebesar 111,95 juta orang, atau bertambah 2,26 juta orang dibanding Februari 2008 sebesar 111,48 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 104,49 juta orang, bertambah 1,94 juta orang dibanding keadaan pada Agustus 2008 sebesar 102,55 juta orang, atau bertambah 2,44 juta orang dibanding keadaan Februari 2008 sebesar 102,05 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Februari 2009 mencapai 8,14 persen, mengalami penurunan apabila dibandingkan pengangguran Agustus 2008 sebesar 8,39 persen, dan pengangguran Februari 2008 sebesar 8,46 persen.</p>
<p>Terlepas dari potret pengangguran dan kemiskinan, kondisi ini jangan membuat kesedihan atau dianggap keterpurukan, namun lebih dari itu, perlu gerakan untuk mengubah paradigma berfikir, kesenjangan disana sini memang terjadi, kalau dilihat angka kemiskinan tersebut di atas adalah dampak dari rendahnya pendapatan penduduk yang mengakibatkan rendahnya daya beli masyarakat untuk memenuhi kehidupannya, anak-anak kelaparan berjumlah 13 juta orang, angka yang cukup ironis dan sangat bertentangan dengan kondisi sumberdaya alam Indonesia yang kaya raya. Bung Hatta 62 tahun silam pernah mengemukakan bahwa “Indonesia tanahnya kaya, menghasilkan harta bagi dunia luaran beratus juta saban tahun. Tetapi rakyat Indonesia sendiri hidup miskin dan sengsara di tengah-tengah kekayaan yang melimpah.”</p>
<p><strong>Bung Hatta “Bapak Koperasi Indonesia”</strong></p>
<p>Indonesia.com mencatat jumlah pahlawan nasional lebih dari 123 orang pahlawan dengan segala proses perjuangannya yang panjang dalam proses memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Tahun 2009 adalah 64 tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, bangsa ini masih merasa sedih melihat banyaknya rakyat yang belum dapat menikmati arti kemerdekaan, khususnya kemerdekaan eknomi. Bung Hatta adalah salahsatu pahlawan kemerdekaan dan wakil dari Presiden Soekarno (Bung Karno) Presiden Pertama RI, 1945- 1966 yang menganut ideologi pembangunan ‘berdiri di atas kaki sendiri’. Proklamator ini dengan gagah mengejek Amerika Serikat dan negara kapitalis lainnya: &#8220;Go to hell with your aid.&#8221; Persetan dengan bantuanmu. Pemimpin Besar Revolusi ini berhasil menggelorakan semangat revolusi bagi bangsanya, serta menjaga keutuhan NKRI.</p>
<p>Masih banyak untuk menceritakan kisah kasih kesedihan dan perjuangan pahlawan kemerdekaan yang dikukuhkan menjadi pahlawan Nasional. Herawati Sikumbang (18 April 2009) menulis di Kegiatan Situs KSU Pointer “Mengenal Bung Hatta Bapak Koperasi Indonesia. Riwayat singkat Bung Hatta yang ditulis cukup menarik untuk dipahami dan dipelajari secara mendalam mengenai perhatian Bung Hatta terhadap koperasi, penderitaan rakyat kecil mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi yang pada prinsipnya bertujuan memperbaiki nasib golongan miskin dan kelompok ekonomi lemah. Karena itu Bung Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Gelar ini diberikan pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Juli 1953.”</p>
<p>Dalam buku Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (Sri-Edi Swasono, Editor), Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press, 1985), Dasar politik perekonomian Republik Indonesia terpancang dalam Undang-Undang Dasar kita dalam Bab “Kesejahteraan Sosial” Pasal 33, yang berbunyi:</p>
<p>      “1.  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.</p>
<p>      2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.</p>
<p>      3. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran Rakyat”.</p>
<p>Dasar-dasar tersebut menjadi buah pandangan yang disampaikan Bung Hatta dalam pidato yang diucapkan sebagai Wakil Presiden dalam Konperensi Ekonomi di Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 1946. Tiga pandangan yang disampaikan tentang perekonomian sesuatu negeri pada umumnya ditentukan oleh tiga hal, “Pertama: kekayaan tanahnya. Kedua: kedudukkannya terhadap negeri lain dalam lingkungan internasional. Ketiga: sifat dan kecakapan rakyatnya serta cita-citanya.”</p>
<p>Dalam tiga pandangan Bung Hatta dapat diambil maknanya,  bahwa Indonesia kaya dan subur tanahnya, segala macam jenis tanaman tumbuh di tanah air, tetapi rakyat Indonesia masih dikategorikan rakyat yang masih miskin. Mestinya tidak demikian, karena bangsa Indonesia masih kurang bekerja keras.</p>
<p><strong>Pahlawan Koperasi</strong></p>
<p>Pahlawan Koperasi, ditelinga kita masih sangat jarang mengkumandangkan kata-kata pahlawan koperasi, tapi kalau bicara pahlawan kemerdekaan sejak SD sudah mendengarnya dan tidak asing bagi kita. Namun perlu dilihat kondisi koperasi saat ini, Koperasi adalah poin sangat penting dalam memajukan perekonomian bangsa Indonesia, namun masih banyak orang yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam mengolah usaha tapi tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, sehingga merasa kemampuannya kurang berguna yang pada akhirya lebih memilih untuk melamar bekerja diluar,kebanyakan dari orang-orang seperti ini melamar bekerja menjadi buruh pabrik yang upah tenaganya yang murah, tenaga keamanan, marketing, atau hanya bekerja dikantor dengan penghasilan yang biasa-biasa saja, memang sebenarnya bisa ditemukan kesuksesan dalam pekerjaan tersebut, tapi akan lebih baik lagi jika menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga bisa mempekerjakan orang. Dalam keadaan seperti ini perlu seorang sosok pahlawan-pahlawan koperasi. Sosok yang mampu memberikan figure yang tiada henti-hentinya membangun dan mengembangkan koperasi secara praktek lapangan, sehingga generasi muda janganlah selalu dibenaknya memikirkan untuk mencari bekerja, namun ciptakan pekerjaan melalui pembentukan koperasi yang mengarah kepada lembaga ekonomi yang professional.</p>
<p>Dulu pernah ada yang namanya tenaga penyuluh koperasi, sekarang hanya tinggal kenangan, saatnyalah Institusi yang mengurusi koperasi perlu memprogramkan kembali untuk merekrut tenaga-tenaga professional dan produktif bidang koperasi, minimal satu desa satu tenaga penyuluh produktif koperasi dengan tugas umum memberikan:</p>
<p>   1. pemahaman kepada masyarakat di desa maupun di kota yang tiada henti, bahwa koperasi adalah instrumen untuk mengangkat dari jerat kemiskinan.<br />
   2. tatacara mendirikan koperasi.<br />
   3. mensosialisasikan kebijakan teknis pemerintah tentang pembangunan koperasi.<br />
   4. membantu memberikan penilaian yang objektif tentang kemajuan koperasi di wilayah suluhnya.<br />
   5. mendampingi pengurus koperasi dalam mengelola koperasi untuk mencegah tindakan secara preventif dan persuasif.<br />
   6. membantu membuat laporan koperasi, dan lain sebagainya yang berkenaan dengan kemajuan tumbuhnya koperasi di Indonesia.</p>
<p>Tenaga penyuluh produktif koperasi, tepat untuk dibentuk pada Kabinet mendatang 2009-2014. Institusi yang mengurusi koperasi yang saat ini Kementerian Negara Koperasi dan UKM masih diperlukan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, untuk yang akan datang Koperasi dan UKM dapat dan atau tidak digabung, karena UKM adalah bagian dari koperasi, UKM-UKM didorong menjadi anggota koperasi dua kekuatan digabung menjadi satu untuk menjalankan roda perekonomian.</p>
<p>Penyuluh produktif koperasi yang turun langsung kelapangan untuk melihat dan menemukan bakat usaha seseorang anggota, sehingga anggota bisa mendapatkan kesempatan untuk membuka usaha, sehingga koperasi tidak melulu memberikan bantuan terhadap usaha yang sudah berjalan, tetapi juga membantu untuk membuka usaha baru anggota guna memajukan koperasi, tapi tentunya didukung juga oleh orang-orang yang memiliki kemauan dan kerja keras.</p>
<p>Pahlawan konseptual koperasi sudah banyak dinegeri ini, praktisi dan birokrasi, namun pahlawan koperasi yang benar-benar turun menggeluti koperasi sampai maju belum menggaung ditelinga rakyat dan bangsa Indonesia. Perhatian Pemerintah terhadap tumbuhnya koperasi harus tercurahkan sepenuhnya melalui program-program yang dapat menyentuh langsung kepentingan kolektivitas keanggotaan koperasi. Pemerintah perlu menyusun master plan lima tahun kedepan tentang program gerakan koperasi tumbuh kembali. Kalau ini dapat terwujud, lima tahun kedepan sudah banyak Pahlawan-pahlawan koperasi yang dikukuhkan dan diakui oleh rakyat dan bangasa Indonesia. Pahlawan bukan berarti harus berperang mengangkat senjata, Pahlawan Koperasi adalah orang yang konsistensi secara terus menerus membenahi dan meneruskan cita-cita koperasi menjadi sokoguru ekonomi terwujud. Sehingga dengan demikian sistem perekonomian, koperasi bukan sebagai pelengkap dalam tatanan ekonomi Indonesia, tapi melainkan koperasi sudah menjadi bagian mutlak masuk dalam jaring perekonomian bangsa.</p>
<p>Memang sungguh berat tugas dari seorang pahlawan koperasi untuk membenahi dan membangun pola pikir rakyat dan bangsa Indonesia, saat ini bangsa Indonesia sudah terbiasa untuk membeli kebutuhan pokok yang tersedia di mall, suasananya sejuk, nyaman dan rasa aman, ingin meminjam uang, menggadaikan barang sudah ada lembaga yang menyediakan jasa pelayanan dengan cepat, proses cukup 1 jam, uang sudah tersedia tanpa disurvey. Bagaimana dengan koperasi, tugas kita bersama.</p>
<p>Sebagai seorang pahlawan koperasi melihat kondisi koperasi yang dikucilkan oleh usaha-usaha besar, melihatnya tidaklah menjadi masalah, namun terus bekerja keras untuk bekerjasama, bermitra. Namun semua itu peran pemerintah harus dapat memberikan kebijakan yang kondusif, melindungi, mendampingi, memberikan kesempatan kepada kperasi. Kebijakan pemerintah dapat melalui perlindungan melalui Peraturan Daerah (PERDA), Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah merancang sebuah peraturan tentang mendorong tumbuhnya koperasi di wilayahnya masing-masing.</p>
<p><strong>Kemerdekaan Koperasi</p>
<p></strong>Koperasi, jangan aku engkau biarkan merana, karena tidak dapat tumbuh diselah-selah tantangan ekonomi global, engkau selalu melihat perusahaan besar, berdirinya gedung-gedung pencakar langit, disana banyak orang yang mengunjungi, sedang aku, tidak ikut, aku hanya menonton gerak gelombang ekonomi yang diriku hanya sebagai pelengkap dalam perhitungan sistem ekonomi, aku malu, lupakah engkau dengan cita-cita yang pernah ditanamkan.</p>
<p>      Bangunlah rakyatku, bangkitlah generasi muda, jangan malu membentuk koperasi, jadikan koperasi menjadi koperasi yang sehat dan professional dan mandiri. Kemerdekaan koperasi untuk kembali kepada nafasnya.</p>
<p><em><strong>*) Pemerhati Koperasi</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=83</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sri Sultan Terpilih sebagai Ketua Umum KAGAMA 2009-2014</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=57</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=57#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 10:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sri Sultan Hamengkubuwono X terpilih menjadi Ketua umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) periode 2009-2014 dalam Musyawarah Nasional KAGAMA, yang berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana, Jumat (25/7) malam. 
Dalam pemilihan yang berlangsung alot tersebut Sri Sultan berhasil menyisihkan Ir Airlangga (Anggota DPR RI) yang ikut maju dalam pemilihan. Dalam perhitungan terakhir Sri Sultan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://koranyogyakarta.com/wp-content/uploads/2009/07/sri-sultan-300x200.jpg" alt="sri-sultan" title="sri-sultan" width="300" height="200" class="alignleft size-medium wp-image-59" />Sri Sultan Hamengkubuwono X terpilih menjadi Ketua umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) periode 2009-2014 dalam Musyawarah Nasional KAGAMA, yang berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana, Jumat (25/7) malam. <span id="more-57"></span></p>
<p>Dalam pemilihan yang berlangsung alot tersebut Sri Sultan berhasil menyisihkan Ir Airlangga (Anggota DPR RI) yang ikut maju dalam pemilihan. Dalam perhitungan terakhir Sri Sultan meraih 115 suara, mengungguli Airlangga hanya mendapat 75 suara.</p>
<p>Sebelumnya, dalam penyampaian visi misinya, sri Sultan mengatakan kesediaanya mencalonkan diri terdorong keras akan keinginnya untuk selalu bersama daerah-daerah untuk membangun secara bersama-sama.</p>
<p>&#8221;Lewat Kagama, saya bisa turun ke daerah, paling tidak bisa say hello ke setiap daerah,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia juga menambahkan, lewat kagama sangat penting untuk membantu terlaksananya pembangunan melalui kerjasama daerah dengan pemerintah pusat.</p>
<p>Sultan bahkan berjanji akan selalu menyediakan waktunya untuk mengembangkan kagama menjadi lebih baik di masa mendatang dan membantu pembangunan bangsa dan negara.</p>
<p>Sebelumnya, pemilihan ketua umum meloloskan tiga orang calon, selain Sri Sultan dan Airlangga, satu orang calonnya adalah Taufiq Effendi,menteri Pendayagunaan aparatur negara (PAN), namun menjelang penyampaian kesediaannya, taufiq yang berhalangan hadir mengirimkan surat tertulis yang isinya dibacakan salah seorang perwakilannya, joko. </p>
<p>Di hadapan pimpinan sidang Hadori Yunus dan seluruh peserta munas, Joko membacakan isi surat yang ditandatangani langsung Taufiq effendi yang menyatakan dirinya memilih mengundurkan diri dalam pencalonan karena menghormati atas besedianya sultan maju sebagai calon ketua umum. Bahkan demi mendukung pencalonan Sultan, dirinya merelakan suaranya saat dipilih sebagai balon kepada Sri Sultan. Acara pemilihan yang berlangsung pukul 20.00, akhirnya rampung pada pukul 23.05 malam. <strong>(***) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=57</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rupiah Tembus Rp 10.000, Indikator Awal Pemulihan Ekonomi</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=65</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=65#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 11:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup menembus level psikologis Rp10.000 per dolar AS pada level kurs tengah Rp9.995. 
Penguatan rupiah dinilai sebagai mulai masuknya arus modal jangka pendek (hot money) dalam jumlah besar ke sistem keuangan Indonesia, didorong ekspektasi berangsur pulihnya perekonomian nasional, regional,maupun global. Pengamat pasar uang Farial Anwar menuturkan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kemarin ditutup menembus level psikologis Rp10.000 per dolar AS pada level kurs tengah Rp9.995. <span id="more-65"></span></p>
<p>Penguatan rupiah dinilai sebagai mulai masuknya arus modal jangka pendek (hot money) dalam jumlah besar ke sistem keuangan Indonesia, didorong ekspektasi berangsur pulihnya perekonomian nasional, regional,maupun global. Pengamat pasar uang Farial Anwar menuturkan, dengan perkembangan yang ada, rupiah bahkan bisa lebih menguat di bawah level Rp9.995 per dolar AS.</p>
<p>Dia menduga bank sentral kini malah berbalik menahan penguatan agar tidak terlalu tajam dan menjaga agar gerakan rupiah lebih stabil. ”Alasannya menyelamatkan eksportir, tapi seharusnya penguatan itu jangan ditahan,” katanya di Jakarta kemarin. Gerak penguatan rupiah lebih lambat dibandingkan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pascateror bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pekan lalu.</p>
<p>Ketika dibuka Selasa (21/7), IHSG tercatat langsung meroket 40 poin ke 2.146,5. Kemarin bahkan ditutup lebih tinggi lagi, di level 2.185,6. Ini adalah rekor tertinggi IHSG sejak dihantam dampak krisis keuangan global pada akhir 2008. Terlepas dari itu,Farial menilai Bank Indonesia (BI) sukses meredam dampak teror bom, sehingga rupiah hanya melemah pada hari nahas itu saja.</p>
<p>Selanjutnya kurs tengah rupiah BI bergerak mendatar di kisaran Rp10.060 dan akhirnya menguat 65 poin kemarin, menembus level psikologis Rp10.000. Sementara itu, Deputi Gubernur BI Budi Mulya mengatakan, cadangan devisa antara akhir Juni 2009 lalu hingga kemarin turun sekitar USD600 juta menjadi USD56,9 miliar.</p>
<p>Namun Budi tidak mengaitkan penurunan tersebut dengan upaya menjaga nilai tukar rupiah pascateror bom. Di pasar saham, masuknya dana jangka pendek juga tampak dari perilaku investor asing yang setiap hari dalam sepekan ini lebih banyak membeli daripada menjual saham. Hal yang sama ditunjang data kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SUN) di pasar sekunder yang tidak surut selepas aksi pengeboman.</p>
<p>Analis Erdikha Elit Securities Joseph Pangaribuan mengatakan, penguatan rupiah dan IHSG merupakan indikator awal pemulihan ekonomi. ”Biasanya indeks saham bisa mencium dini sinyal baik perekonomian, baru kemudian direspons oleh sektor riil,”kata dia.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, derasnya arus hot money terjadi karena investasi di Indonesia kini dinilai jauh lebih menguntungkan daripada negara lain. Indonesia, China,dan India adalah tiga negara di kawasan Asia yang masih mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif hingga akhir tahun ini.</p>
<p>Mengikuti perkembangan rupiah, Farial mengingatkan kemungkinan munculnya aksi spekulasi baru selain nilai tukar, yakni spekulasi harga komoditas di bursa berjangka. Salah satu indikator paling nyata menurut dia adalah pergerakan harga minyak dunia yang mulai merangkak naik.</p>
<p>Kemarin harga minyak mentah di perdagangan Asia untuk kontrak berjangka utama New York jenis light sweet untuk pengiriman September mencapai USD66,50 per barel,dan jenis Brent North Sea untuk pengiriman bulan yang sama USD68,80 per barel.</p>
<p>Menurut Farial pergerakan antara rupiah dan harga minyak saat ini mirip seperti situasi tahun lalu. Tahun lalu harga minyak yang mahal akibat spekulasi, diiringi naiknya nilai tukar dolar AS membuat APBN tertekan, terutama untuk menutupi biaya subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang membengkak. @Yus, Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=65</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sri Sultan Resmikan Surau Ageng Al Fata</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=3</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=3#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 10:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jogjakita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Peresmian bangunan Surau Ageng Al Fata di Jln Pisang No.110 Saren Caturtunggal Sleman yang dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kepala Dinas Sosial drs. Sulistyo, M.Si., beserta jajaran instansi terkait dari pemerintahan daerah DIY. Bangunan Surau ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1992 atas prakarsa Prof. Dr.H. Burhanuddin Daya, BA,Drs MA. 
Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peresmian bangunan Surau Ageng Al Fata di Jln Pisang No.110 Saren Caturtunggal Sleman yang dihadiri oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Kepala Dinas Sosial drs. Sulistyo, M.Si., beserta jajaran instansi terkait dari pemerintahan daerah DIY. Bangunan Surau ini sebenarnya telah berdiri sejak tahun 1992 atas prakarsa Prof. Dr.H. Burhanuddin Daya, BA,Drs MA. <span id="more-3"></span></p>
<p>Dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap tempat beribadah sekaligus sarana menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti acara pengajian dan peringatan hari-hari besar Islam yang makin besar, maka diputuskan untuk memperluas bangunan surau ini agar mampu memenuhi kebutuhan tersebut.  Proses renovasi bangunan ini selesai pada tanggal 27 Desember 2008 yang lalu dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 300 juta rupiah. </p>
<p>Burhanuddin Daya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X atas kesediaannya meresmikan sekaligus menandatangani prasasti tanda selesainya proses pemugaran ini. Surau yang sebenarnya merupakan lembaga pendidikan tradisional di Minangkabau pada dasarnya merupakan tempat untuk menuntut ilmu agama Islam sekaligus menjadi sarana silaturahmi dari umat Islam melalui pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan dan peringatan Hari-Hari Besar Islam.</p>
<p>“Harapan saya, Surau ini dapat turut mewujudkan visi Ngarso Dalem dalam menciptakan ‘Masyarakat Islam Yang Makmur-Sejahtera dan Maju’ khususnya di Yogyakarta,” kata Burhanuddin. </p>
<p>Dalam kesempatannya, Sri Sultan berpesan mengenai pentingnya posisi masjid atau surau delam pengembangan umat dan masyarakat. Melalui masjid, umat bisa mengembangkan tanggung jawab personal dan kolektif yang disebut sebagai kesalehan ritaul dan sosial. Dengan memadukan fikir dan zikir serta imtaq dan iptek, umat memakmurkan masjid. </p>
<p>Kreativitas adalah sebuah keharusan bagi pengurus masjid untuk mengaktualisasi diri dalam menghadapi masa depan. Masjid adalah sarana pengembangan diri dan pnghambaan kepada sang Khalik. Muktamar Risalah Masjid pada tahun 1975 di Mekkah, masjid memerlukan ruang pertemuan, perpustakaan, tempat untuk memandikan serta mengkafankan jenazah, dan ruang kegiatan remaja. Memakmurkan masjid mestilah sederhana namun juga memperhatikan estetika dan arsitektur yang mencerminkan makna-makna keagungan-Nya. </p>
<p>“Keindahan fisik masjid tidak berarti apa-apa kalau tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik Selain itu, terkait pengembangan umat Ngarso Dalem juga mengangkat peranan penting pemuda,” kata Sri Sultan. </p>
<p>Sri Sultan mengatakan bahwa makna dari kata Al-Fata yang menjadi nama dari surau baru ini adalah pemuda yang tampan akhlaknya gagah berani dlm mnegakkan kebenaran dan keadilan seperti halnya Sayyidina Ali, tokoh pemuda Islam yang merupakan menantu Nabi Muhammad SAW. Dengan bercermin kepada Sayyidina Ali terutama pada saat di medan perang Uhud, diharapkan umat Islam khususnya pemuda bisa mengambil hikmah dan meneledani para pejuang Islam tedahulu. </p>
<p>Seperti yang diungkapkan Ir. H. Wiyono Sumarto sebagai perencana, Surau Ageng Al Fata memiliki luas total 348 m2 dan memiliki tiga lantai bangunan. Pembangunan surau ini juga telah menghabiskan total biaya berjumlah Rp 309.768.000,-. Biaya tersebut didapatkan dari infaq dan sumbangan baik dari berbagai pihak seperti pemerintah, swasta, maupun perseorangan. </p>
<p><strong>(***) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=3</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KPU: Penetapan Presiden Tunggu MK</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=69</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=69#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 07:03:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Meski hasil pemilu presiden sudah diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan menetapkan presiden terpilih setelah proses sengketa pilpres selesai di Mahkamah Konstitusi (MK). 
“Soal penetapan presiden terpilih kita tunggu hasil (sengketa hasil penghitungan suara pilpres) MK,” kata anggota KPU Andi Nurpati di Gedung KPU kemarin. Dia mengatakan, penetapan pemenang pilpres harus berdasarkan putusan MK [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meski hasil pemilu presiden sudah diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan menetapkan presiden terpilih setelah proses sengketa pilpres selesai di Mahkamah Konstitusi (MK). <span id="more-69"></span></p>
<p>“Soal penetapan presiden terpilih kita tunggu hasil (sengketa hasil penghitungan suara pilpres) MK,” kata anggota KPU Andi Nurpati di Gedung KPU kemarin. Dia mengatakan, penetapan pemenang pilpres harus berdasarkan putusan MK atas gugatan hasil pilpres dari pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.</p>
<p>Dengan begitu, putusan MK nanti turut mempengaruhi penetapan presiden terpilih. Sekadar diketahui, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres pada 23 Juli 2009. Hasilnya, pasangan Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono memperoleh suara 73.874.562 atau setara dengan 60,80%.</p>
<p>Disusul pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dengan 32.548.105 atau 26,79%. Kemudian, di posisi ke-tiga adalah pasangan Jusuf Kalla- Wiranto yang mendapatkan 15.081.814 atau 12,41%. Setelah pengesahan hasil tersebut, hari ini KPU akan menetapkan hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres.</p>
<p>Kemudian, selama 3 x 24 jam pasangan capres-cawapres yang tidak puas dengan hasil tersebut dapat mengajukan gugatan ke MK. Kemudian MK mempunyai waktu 14 hari kerja untuk memproses gugatan tersebut. Nah, setelah semua proses MK selesai dan dilaksanakan, KPU akan menetapkan pasangan pemenang pilpres.</p>
<p>Andi mengatakan, untuk penetapan hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara, KPU mengharapkan semua pasangan capres cawapres hadir. Namun, jika pun ada di antara mereka yang tidak datang, tidak akan berpengaruh terhadap penetapan hasil rekapitulasi pilpres. ”Jika tidak datang, tidak ada pengaruhnya terhadap legalitas,”ujarnya.</p>
<p>KPU Lakukan Validasi</p>
<p>Sementara itu,KPU akan melakukan validasi terhadap hasil rekapitulasi nasional pemungutan suara pilpres pada 23 Juli 2009. Validasi dilakukan untuk memastikan tidak ada kekeliruan dalam proses memasukkan data hasil rekapitulasi ke dalam sistem komputer. Validasi itu tetap dihadiri oleh KPU provinsi.</p>
<p>“Bersama KPU provinsi, kami melakukan verifikasi dan validasi terhadap hasil rekapitulasi yang telah disahkan,” kata anggota KPU Andi Nurpati. Hasil rekapitulasi suara harus dipastikan tidak memiliki kesalahan, sehingga proses verifikasi dan validasi harus dihadiri KPU provinsi yang memegang rekapitulasi di daerah.</p>
<p>“Kalau sudah clear, KPU akan menandatangani berita acaranya dan sertifikat untuk kemudian diproses lebih lanjut,” lanjut Andi. Pertemuan verifikasi dan validasi juga membahas kesiapan data-data formulir rekapitulasi dari tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Selain sebagai kelengkapan administrasi, hal itu penting untuk bukti dalam sidang sengketa hasil pilpres.</p>
<p>Menurut Andi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).“ Bawaslu juga sudah menerima formulir C-1 dari TPS,”kata Andi. Di tempat terpisah, KPU diminta menunda penetapan presiden dan wakil presiden terpilih.</p>
<p>Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti, ketidakhadiran saksi dua pasangan capres bisa berdampak keabsahan rekapitulasi hasil pilpres. “Kalau rapat tidak dihadiri saksi pasangan calon tidak sah,” katanya dalam diskusi di Gedung DPD, Jakarta,kemarin.</p>
<p>Ray menambahkan, sesuai Pasal 153 ayat (2) UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, KPU harus melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pasangan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ”Dalam rapat yang dihadiri saksi pasangan calon dan Bawaslu.</p>
<p>”Karena itu, mekanisme rapat pleno KPU harus dilihat lagi.Ray mengakui ketidakhadiran dua saksi pasangan capres tidak masalah.“Tapi kalau rapatnya tidak sah,apa yang mau ditandatangani,”ujarnya. Dalam rapat rekapitulasi kemarin, saksi dari pasangan Megawati- Prabowo tidak hadir dan saksi pasangan Jusuf Kalla-Wiranto walk out.</p>
<p>Saksi Megawati berdalih, rekapitulasi itu cacat karena KPU telah melakukan perubahan DPT menjelang pemilihan tanpa mengumumkannya ke publik. Selain mekanisme pleno yang berakibat tidak sahnya perhitungan,Ray melihat masalah perubahan DPT secara sepihak pun menjadi celah buruknya kualitas hasil pemilu.</p>
<p>Dia menambahkan,masalah rapat pleno penetapan dan ketertutupan KPU dalam penetapan DPT bisa digugat ke Mahkamah Agung (MA).“Kalau pangkalnya tidak jelas, bagaimana dengan ujungnya. Seharusnya diumumkan satu hari sebelumnya,”ujarnya. Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipastikan akan hadir dalam penetapan perhitungan hasil rekapitulasi suara KPU pagi ini.</p>
<p>Tim sukses capres SBY-Boediono,Andi Mallarangeng, mengatakan, SBY baru akan memberikan pidato penerimaan sebagai presiden terpilih setelah proses hukum berbagai pelanggaran pilpres di MK selesai. “Karena rakyat memberi mandat pada pemilu ini, maka sebagai presiden terpilih akan menerima mandat tersebut untuk lima tahun ke depan,” ujar Andi di Puri Cikeas, Bogor.</p>
<p>Menyikapi sikap pasangan capres Megawati-Prabowo dan JKWiranto yang tidak akan menandatangani berita acara KPU, Andi mengatakan bahwa hal itu merupakan hak masing-masing capres. Andi optimistis, pada waktunya para capres lain akan legawa dan akan menerima hasil pemilu pilpres ini.</p>
<p>“Yang jelas SBY menghormati kalau ada yang mau menempuh proses hukum di MK dan sebagainya. Kami cuma berharap semua mengingat ikrar sejak awal, siap kalah siap menang,”harapnya. @Yus, Berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=69</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gubernur DIY Buka Munas XI Kagama</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=47</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=47#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 03:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan sebagai wadah bagi alumni, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) harus melakukan reorientasi, restrukturisasi, dan reposisi untuk tetap dapat terus berkiprah di masyarakat. Gubernur mengharapkan Kagama sebagai organisasi alumni selalu berbenah diri dan terus berintropeksi di tengah perkembangan ilmu yang semakin pesat dan kebutuhan masyarakat yang makin beragam.
“Sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengatakan sebagai wadah bagi alumni, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) harus melakukan reorientasi, restrukturisasi, dan reposisi untuk tetap dapat terus berkiprah di masyarakat. <span id="more-47"></span>Gubernur mengharapkan Kagama sebagai organisasi alumni selalu berbenah diri dan terus berintropeksi di tengah perkembangan ilmu yang semakin pesat dan kebutuhan masyarakat yang makin beragam.</p>
<p>“Sebagai organisasi alumni, Kagama harus mereposisikan diri dan bisa menempati posisinya di tengah makin banyaknya organisasi alumni sejenis,” kata Sri Sultan dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XI Kagama, Jumat (24/7) di Grha Sabha Pramana.</p>
<p>Ditambahkannya bahwa alumni merupakan saluran pengembangan keilmuan dari almamater. Oleh karena itu, dalam pengembangan keilmuan harus selaras dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan almamater, masyarakat, bangsa, dan negara.</p>
<p>Ketua Umum PP Kagama, Dr. (H.C.) Ir. Djoko Kirmanto, mengatakan kegiatan munas tidak ubahnya sebagai ajang temu kangen para alumni dan sekaligus untuk mengenang kembali masa-masa kuliah di almamater. Meskipun pelaksanaan munas kali ini diliputi oleh suasana duka pasca pengeboman di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu. </p>
<p>“Selaku para alumni UGM, kita memberikan dukungan dan doa kepada korban dan para keluarga korban yang ditinggalkan,” kata Djoko.</p>
<p>Djoko Kirmanto juga mengutuk keras kasus pengeboman tersebut. Menurutnya, kejadian itu banyak merugikan masyarakat, pemerintah, dan citra bangsa Indonesia. Ia pun menyesalkan jika masih ada sebagian masyarakat yang masih menggunakan cara-cara kekerasan dalam menyampaikan aspirasinya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Djoko sempat menyampaikan rasa kegembiraannya terkait dengan pelaksanaan pilpres 2009 yang dianggapnya berjalan sukses dan lancar. Satu hal yang membanggakan bagi para alumni UGM, kata Djoko, yakni terpilihnya Prof. Budiono, yang merupakan salah satu anggota Kagama, sebagai wakil presiden terpilih.</p>
<p>“Mari kita beri dukungan bagi Pak Budiono untuk menjalankan amanah untuk masa lima tahun ke depan,” ajak alumnus Fakultas Teknik UGM ini.</p>
<p>Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D., menyambut baik dilaksanakannya Munas XI di kampus UGM. Dengan kedatangan kembali ke kampus, kata Sudjarwadi, diharapkan para alumni semakin berkomitmen untuk memberikan kontribusi bagi UGM dalam merealisasikan visi dan misinya menjadi universitas riset berkelas dunia dan selalu berkontribusi memajukan masyarakat.</p>
<p>Sudjarwadi juga sempat menyampaikan beberapa informasi terkait dengan beberapa prestasi yang diraih oleh mahasiswa, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, prestasi mahasiswa ini telah mampu mengharumkan nama UGM.</p>
<p>Ketua Panitia Munas Kagama, Ir. Airlangga Hartarto, melaporkan kegiatan Munas Kagama kali ini dihadiri oleh 782 peserta, yang terdiri atas pengurus pusat dan daerah, pengurus cabang, dan komisariat Kagama. Bersamaan dengan pelaksanaan munas ini juga dilaksanakan dialog kebangsaan yang mengundang para menteri dan calon Wakil Presiden RI terpilih untuk memberikan masukan dalam pengembangan organisasi Kagama untuk masa mendatang.</p>
<p>Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur DIY ini juga menampilkan beberapa suguhan tarian, antara lain, tari persembahan yang dibawakan oleh dua orang mahasiswa UGM asal Amerika. <strong>(***) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=47</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hendropriyono Pertahankan Disertasi Tentang Teroris di UGM</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=54</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=54#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 02:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono, akan mempertahankan desertasinya yang berjudul &#8220;Terorisme dikaji dari Filsafat Analitika&#8217; dalam ujian terbuka program Doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (25/7) di ruang seminar Sekolah Pascasarjana lantai V. Bertindak sebagai promotor dalam ujian terbuka itupun adalah, Prof Kaelan, Prof Lasio dan Prof Djoko Suryo. Bertindak selaku penguji, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Hendropriyono, akan mempertahankan desertasinya yang berjudul &#8220;Terorisme dikaji dari Filsafat Analitika&#8217; dalam ujian terbuka program Doktor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (25/7) di ruang seminar Sekolah Pascasarjana lantai V. <span id="more-54"></span>Bertindak sebagai promotor dalam ujian terbuka itupun adalah, Prof Kaelan, Prof Lasio dan Prof Djoko Suryo. Bertindak selaku penguji, Prof. Dr. Safiii Maarif, Dr, Muntasar dan Juwono Sudarsono.</p>
<p>Menurut Hendropriyono, dalam disertasi setebal 400 halaman tersebut dirinya akan mengupas masalah terorisme yang terjadi di Indonesia bahkan di dunia yang dikaji melalui pendekatan analitik bahasa. &#8221;Saya melakukan kajian dari filsafat bahasa, bagaimana orang (teroris) itu ngomong dari situ saya kita tahu apa yang dipikirkannya,&#8221; terangnya kepada wartawan di UGM, Jumat (24/7) malam di ruang fortakgama.</p>
<p>Diakuinya, masalah terorisme yang melanda dunia dan Indonesia sejak dirinya menjadi Kepala BIN hingga saat ini cukup menggelisahkan. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada definisi jelas tentang apa arti terorisme sendiri. Dengan tidak adanya definisi jelas tersebut maka hingga saat ini sulit mencari solusi yang tepat untuk memerangi terorisme tersebut.</p>
<p>&#8221;Kegelisahan itu yang kemudian saya bawa dalam ranah akademik dan selama lebih kurang 3,5 tahun akhirnya saya akan mempertahankannya dalam ujian terbuka besok (sabtu ini),&#8221; tandasnya.</p>
<p>Dikatakan Hendro, berdasarkan fakta historis yang bisa direkamnya sejak menjadi Kepala BIN ternyata terorisme itu sama dengan jimat yang dimiliki tokoh pewayangan Indonesia yaitu Raden Narasoma yaitu Candra Birawa. &#8221;Jadi ibarat pepatah, patah tumbuh hilang berganti. Itulah terorisme. Begitupula yang ada di Indonesia terorisme itu timbul tenggelam karena yang kita atasi hanya kaki-kakinya yang juga terdapat di seluruh dunia sementara otaknya tidak ada di negeri ini,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Karena itu Hendropriyono menyesalkan adanya pernyataan beberapa orang yang mengatakan bahwa intelejen kecolongan dalam kasus Bom di Jakarta belum lama ini. Menurutnya, terorisme itu ada diseluruh dunia karenanya yang kecolongan itu sebenarnya seluruh dunia bukan hanya Indonesia saja. &#8221;Karena kita tidak mampu menditek otaknya,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Karena itu kata Hendro, seharusnya pemerintah juga memiliki kerjasama untuk memerangi terorisme tersebut dnegan berbagai negara di dunia. (***) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=54</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Boediono Tawarkan Kagama Usulkan Calon Menteri</title>
		<link>http://koranyogyakarta.com/?p=52</link>
		<comments>http://koranyogyakarta.com/?p=52#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 00:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranyogyakarta.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Calon Wakil Presiden Boediono menawarkan kepada Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) untuk mengajukan nama calon menteri kepada calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 
“Kalau Kagama punya jago bisa saja diusulkan. Sekarang ini masalah kabinet belum dimulai tetapi sudah banyak hembusan kabar yang beredar. Kita tunggu saja semua ditangan presiden,” katanya dalam acara dialog kebangsaa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Calon Wakil Presiden Boediono menawarkan kepada Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) untuk mengajukan nama calon menteri kepada calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). <span id="more-52"></span></p>
<p>“Kalau Kagama punya jago bisa saja diusulkan. Sekarang ini masalah kabinet belum dimulai tetapi sudah banyak hembusan kabar yang beredar. Kita tunggu saja semua ditangan presiden,” katanya dalam acara dialog kebangsaa dalam Musyawarah Nasional XI Kagama di Gedung Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jumat (24/7) sore.</p>
<p>Dalam acara dialog kebangsaan itu juga dihadiri para menteri yang juga alumni UGM yaitu, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Taufiq Effendi. Selaku moderator adalah Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Bawesdan.</p>
<p>Guru besar UGM yang hampir pasti akan duduk sebagai wakil presiden itu mengungkapkan, semua menteri yang akan bergabung dalam kabinet pemerintahan SBY-Boediono harus mendukung program yang dikehendaki presiden.</p>
<p>Sementara itu, kata dia, pergantian menteri di kabinet mendatang juga tidak identik dengan ganti program. “Tidak boleh ganti menteri ganti program. Harus ada kesinambungan. Jangan sampai program menjadi korban selera para menteri,” ungkapnya.</p>
<p>Boediono juga menegaskan bahwa aparat birokrasi pemerintahan hendaknya bisa bekerja secara profesional. Hanya dengan dengan profesionalits semua masyarakat bisa terlayani dengan baik.</p>
<p>“Birokrasi harus bisa bekerja profesional dan jangan terjebak pada dunia politik,”</p>
<p>Terkait dengan kondisi ekonomi, Budiono tetap optimis meski kondisi ekonomi Indonesia sedang menghadapi ujian berat. Menurut Budiono, krisis global yang dialami seluruh negara merupakan perulangan dari setiap 50 tahun sekali. Bahkan, sebelas tahun lalu Indonesia baru saja usai melewati krisis, dan sempat mengalami dampak yang paling parah.</p>
<p>“Langkah kebijakan ekonomi yang kita ambil sekarang ini berada pada jalur yang benar sesuai dengan apa yang diinginkan,” ujarnya.</p>
<p>Diakui oleh dosen FEB UGM ini, priorotas pemerintahan kedepan kata Budiono lebih memperkuat pembangunan infrasrtruktur, dunia industri dan jaminan kepastian hukum. Disamping itu melakukan reformasi birokrasi, dan intervensi kuat pemerintah dalam kesejahteraan rakyaat terutama mengurangi tingkat kemiskinan.</p>
<p>“Infrastruktur fisik seperti listrik dan jalan kita sudah ketinggakan 12 tahun. Perlu dipacu untuk 5-10 tahun,” paparnya. Sementara Mendiknas Bambang Sudibyo lebih memaparkan kerangka paradigma pembangunan pendidikan nasional yang sesuai dengan yang diamanatkan UNESCO dan telah diadopsi lebih dari 190 negara, diantaranya pendidikan inklusif, pembelajaran sepanjang hayat berpusat pada peserta didik, pendidikan yang menjadi rahmat bagi semesta alam, dan pendidikan kreatif.</p>
<p>Ia juga senmpat menyinggug tentang UU BHP yang merupakan salah satu bentuk usaha agar satuan pendidikan menjadi semkin kreatif dan inovatif.</p>
<p>“Mereka bisa menentukan anggaran dan kurikulum sendiri. Justru ini bukan dari bentuk komersialisasi,” jelasnya.</p>
<p>Adapun Menteri PAN lebih menkankan perubahan pola pikir aparatur negara dan masayarakat terkait adanya reformasi birokrasi yang lebih melayani kebutuhan masayarakat.</p>
<p>Sedangkan menteri PU Djoko Kirmanto mengungkapkan bahwa Indoesia termasuk negara yang tertinggal dalam</p>
<p>pelayanan air kepada masyararjat. Menurutnya, di perkotaan hanya hampir 52 persen yang memperoleh layanan air yang baik, apalagi di pedesaan kondisi ini justru semakin parah.</p>
<p>“Kalo di daerah yang kesulitan air bersih, harga air bisa sepuluh hingga seratus kali lipat. Pemerintah kini lebih meprioritaskan pada pemberian air minum dan mengurangi ketidakadilan. Disamping pembangunan infrastruktur,” ungkapnya. <strong>(***)<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranyogyakarta.com/?feed=rss2&amp;p=52</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
