• Home
  • Redaksi
  • Indeks
  • Komentar

  • Utama
  • Jogjakita
  • Pendidikan
  • Wisata & Budaya
  • Politik
  • Ekonomi
  • Nusantara
  • Nasional
  • Ragam

Petani Tuban Segel Kantor Proyek Waduk

TUBAN - Ratusan petani Desa Simorejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jatim, melakukan aksi unjuk rasa di lokasi proyek Nasionalpembangunan Waduk Rawa Jabung, Jumat (6/5). Merela melakukan sweeping peralatan dan menyegel perkantoran.

Aksi ini dipicu oleh pembangunan waduk Rawa Jabung yang dinilai mengakibatkan lahan petani seluas 700 hektare (ha) tidak bisa ditanami semenjak tiga tahun terakhir. Ini karena pihak kontraktor tidak mau membuka waduk yang ada di Dusun Dandu, Desa Dateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan tersebut.

Awalnya, petani berjalan dari Balai Desa Simorejo menuju tempat pembangunan proyek di desa setempat. Para petani ini juga
menghentikan paksa pengerjaan proyek karena pelaksana proyek dinilai tidak konsisten dengan kesepakatan bersama.

Bahkan karena kesal, para petani juga mengusir sejumlah karyawan yang berada di lokasi tersebut. Mereka juga melakukan sweeping seluruh kontrakan perkantoran yang digunakan oleh pihak pelaksana untuk operasional pembangunan. Para pegawai juga diminta agar pergi dari daerahnya karena dianggap merugikan petani.

Karena takut atas amuk massa, para karyawan akhirnya pergi meningggalkan lokasi saat itu juga.

Sementara itu, ratusan petani juga menunggu sampai semua pegawai pergi meninggalkan lokasi proyek. Baru setelah itu, para
petani akhirnya menyegel tempat perkantoran perusahaan dan alat pengerjaan proyek.

Koordinator aksi, Sahid mengungkapkan, awalnya para petani menagih janji perusahaan agar membuka waduk, seperti kesepakatan bersama.

“Namun, sudah tiga tahun kesepakatan tidak diindahkan, masyarakat merasa dibohonggi dan pelaksana proyek tidak juga memperdulikan nasib warga, sehingga kami terpaksa melakukan aksi ini,” ungkapnya.

Selama ini pelaksana proyek juga tidak memperdulikan kondisi areal persawahan milik warga. “Lebih dari 720 hektare tanah kami tidak bisa ditanami padi dalam tiga tahun terakhir karena selalu terendam banjir,” tegasnya.(mi)

This entry was posted on Jumat, Mei 6th, 2011 and is filed under Ragam, Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.
« Bahasa Indonesia Jadi Bahasa ASEAN?
Ekonomi Pasar Bebas, Negara Tidak Dibutuhkan »

Comments are closed.

Terkini

  • 'Susno Duadji' Ditangkap Dua Hansip di Solo
  • Aksi Buruh di Yogya Berpusat di Titik Nol Kilometer
  • Semarang Ultah ke-466, Lawang Sewu Penuh Pesta Rakyat
  • Rupiah di Rp 9.715-9.725 Per Dollar AS
  • Di Upacara Hardiknas, Mendikbud Minta Maaf Soal UN
  • Ini Penyebab Hujan Lebat Saat Indonesia Mulai Kemarau di Bulan April
  • TP-PKK, GOW dan DWP Berikan Bantuan Korban Banjir Kadu Gareng
  • JK: BBM Dua Harga Tak Akan Jalan
Majalah Teras
WP-Magazine by Gabfire Brought to you by Playstation 4, PS3 and Linux Web Host